Organisasi FIC
Who's Online
We have 1 guest online| Menu Halal Mulai Merambah Universitas Jepang |
| Berita |
|
Kantin akan memperkenalkan sudut makanan yang Halal pada hari Selasa, menghindari daging babi dan bumbu yang berasal dari daging babi. Menu baru itu termasuk ayam dan kroket yang terbuat dari berbagai macam kacang-kacangan, katanya. ![]() Kyoto University mulai menyediakan makanan yang memenuhi standar halal di kantin mereka. (SuaraMedia News)
Lebih dari 1.000 umat Muslim tinggal di kota Kyoto, banyak dari mereka dikatakan menjadi mahasiswa Universitas Kyoto dan keluarga mereka. Perkenalan yang langka ini ditujukan untuk mendukung mahasiswa Muslim seperti itu yang jumlahnya diperkirakan akan meningkat di bawah rencana universitas untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang mereka terima. Pihak universitas mengatakan sempat ada masalah dalam penyusunan lingkungan memasak untuk menghindari pencampuran daging babi-babi dan bumbu yang terkait dengan makanan berstandar halal, namun masalah itu telah terpecahkan dengan menyiapkan makanan pada jam berbeda. Sejarah Islam di Jepang relatif singkat dalam kaitannya dengan kehadiran agama itu dibandingkan dengan negara-negara lain di seluruh dunia. Ada catatan sedikit dan terisolasi dari kontak antara Islam dan Jepang sebelum pembukaan negeri itu pada tahun 1853, meskipun beberapa Muslim ada yang tiba di Nagasaki pada abad-abad sebelumnya. Kontak pertama Islam modern adalah dengan orang Melayu yang melayani di kapal kapal Inggris dan Belanda pada akhir abad ke-19. Pada akhir 1870-an, kehidupan Muhammad diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Ini membantu Islam untuk menemukan tempat dalam imajinasi intelektual orang Jepang, tetapi hanya sebagai bagian dari sejarah budaya. Kontak penting lainnya dibuat pada tahun 1890 ketika Ottoman Turki mengirimkan sebuah kapal angkatan laut ke Jepang untuk tujuan menghormati kunjungan Pangeran Jepang Akihito Komatsu ke Istanbul beberapa tahun sebelumnya. Frigat ini disebut Ertugrul, dan hancur dalam badai sepanjang pantai Prefektur Wakayama pada malam 16 September 1890. Islam diperkirakan pertama kali datang ke Jepang pada awal 1900-an ketika Muslim Tartar yang melarikan diri ekspansionisme Rusia. Komunitas Muslim di Jepang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun, walaupun beberapa sumber menunjukkan lebih dari jumlah ini. Pada tahun 1909 ini didokumentasikan oleh sejarawan Caeser E. Farah bahwa Abdul-Rasyid Ibrahim adalah muslim pertama yang berhasil mengkonversi etnis Jepang pertama, dan pada tahun 1935 Masjid Kobe, bangunan Islam pertama di Jepang, dibangun. Beberapa sumber telah menyatakan bahwa umat Islam pada tahun 1982 berjumlah 30.000 (separuhnya adalah penduduk asli). Banyak etnis Jepang selama masa keemasan ekonomi pada tahun 1980an memeluk agama Islam ketika gelombang besar imigran dari Asia datang dan terintegrasi dengan penduduk setempat. Sebagian besar dari perkiraan populasi Muslim telah diperkirakan sekitar 100.000. Walaupun menjadi agama minoritas di Jepang, baru-baru ini bukti menunjukkan Islam sedang berkembang, dan ini terutama menonjol di kalangan kaum muda etnis Jepang perempuan yang menikah, sebagaimana yang didokumentasikan oleh Japan Times pada awal tahun 1990-an. Lebih jauh lagi pada tahun 2000 Keiko Sakurai memperkirakan jumlah etnis Muslim di Jepang pada 63.552, dan sekitar 70.000 - 100.000 Muslim asing yang berada di negara ini. Namun menurut penulis esai Michael Penn menyatakan bahwa 90% Muslim adalah warga asing dan sekitar 10% adalah etnis, tetapi angka yang benar tidak diketahui secara pasti dan ini hanyalah perkiraan spekulatif. Di Jepang pemerintah tidak membawa agama ke dalam perhitungan demografis di bawah kebebasan beragama. Penn menyatakan, "Pemerintah Jepang tidak menyimpan statistik apapun pada jumlah Muslim di Jepang. Tidak ada penduduk asing maupun etnis jepang yang pernah ditanyakan tentang agama mereka oleh badan-badan pemerintah resmi". Walaupun Penn telah mencatat bahwa Islam dan budaya Jepang adalah memiliki beberapa kesamaan, sebagian besar proporsi dari masyarakat Jepang tidak tahu tentang apa Islam itu. Namun dalam iklim geo-politik baru-baru ini telah diusulkan Islam mulai mendapatkan tempat di Jepang baik secara politik maupun budaya. (iw/jt/brn/wp/suaramedia) www.suaramedia.com |


























