Organisasi FIC
Who's Online
We have 1 guest online| 1.240 Tempat Ibadah Rusak karena Gempa |
| Berita |
|
<< ANTARA ROBOH Seorang pria melintas didekat rumah ibadah yang rusak menyusul gempa di Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Data Satuan Koordinasi Pelaksana (Sarkorlak) Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Selasa, menyebutkan, kerusakan tempat ibadah itu terdiri atas 687 unit rusak berat, 396 rusak sedang dan 257 unit rusak ringan.
Ribuan Tempat Ibadah Hancur Akibat Gempa![]() Permukiman Warga dan Tempat Peribadatan tak luput dari dahsyatnya getaran gempa di Sumatra barat. (SuaraMedia News) Permukiman Warga dan Tempat Peribadatan tak luput dari dahsyatnya getaran gempa di Sumatra barat. (SuaraMedia News) "Tidak ada diskriminasi pencarian korban di kawasan warga keturunan," tegasnya di Padang, Selasa. Hal itu ditegaskannya, menanggapi isu berkembang di dunia internasional yang menuding telah terjadi diskriminasi evakuasi korban gempa dari warga keturunan. Menurut dia, pada hari pertama pascagempa pimpinan daerah telah mendatangi kawasan permukiman warga keturunan untuk mengetahui kondisi di lapangan dan menentukan bentuk bantuan yang harus segera dilakukan. Ia mengakui, cukup banyak bangunan bertingkat yang roboh di kawasan warga keturunan yang lama dibersihkan sekaligus evakuasi terhadap adanya korban yang diperkirakan ikut tertimbun. Personil TNI juga sudah banyak berada di kawasan keturunan itu, namun mereka tidak bisa melakukan pembersihan karena belum ada izin dari pemilik, tambahnya. "Tim SAR tentu tidak bisa main bongkar saja, tanpa izin pemilik karena dikhawatirkan barang-barang yang selamat akan hilang," kata Marlis yang juga Wakil Gubernur Sumbar itu. Sedangkan para pemilik bangunan banyak yang mengungsi Ke Jakarta hingga Singapura, tambahnya. Ia meminta, semua pihak tidak terpancing isu diskriminasi yang dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggungjawab dan tanpa kebenaran di lapangan. Sementara itu, Sebanyak 1.240 unit tempat ibadah di Sumatera Barat (Sumbar) telah terdata mengalami kerusakan dan banyak di antaranya rata dengan tanah serta tidak dapat digunakan lagi akibat guncangan gempa 7,9 SR. Data Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Selasa, menyebutkan, kerusakan tempat ibadah itu terdiri dari 687 unit rusak berat, 396 rusak sedang dan 257 unit rusak ringan.Tempat ibadah yang rusak itu adalah masjid, gereja, vihara dan kelenteng yang berada di delapan daerah kota dan kabupaten yang terkena gempa. Tempat ibadah paling banyak mengalami kerusakan adalah di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 418 unit rusak berat, rusak sedang (140) dan rusak ringan (13). Kemudian di Kota Padang, 151 unit rusak berat, 120 unit rusak sedang dan 108 rusak ringan, lalu di Kota Pariaman, 47 unit rusak berat, rusak sedang (20) dan rusak ringan (21). Di Kabupaten Agam, sebanyak 49 tempat ibadah rusak berat 49 unit, rusak sedang (54) dan rusak ringan (52). Tempat ibadah yang rusak berat juga terdapat di Kota Padang Panjang (5), Kabupaten Solok (4), Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman masing-masing dua unit. Sementara itu, Aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi para korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlangsung di Australia. Bahkan masyarakat bersama Konsulat Jenderal RI di Sydney berencana menggelar kegiatan akbar penggalangan dana pada 31 Oktober 2009.Konsul Jenderal (Konsul) RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo, mengatakan, rencana penggalangan dana kemanusiaan bencana Sumbar itu telah dimatangkan dalam pertemuan pihaknya dengan 18 orang pemuka masyarakat Minang di Sydney. "Kita sepakat membuka rekening `Padang-Sumbar Earthquake Appeal` dan menggelar acara penggalangan dana di Wisma Indonesia dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat Indonesia dan Australia dari lintas agama, termasuk kalangan pengusaha, pada 31 Oktober," katanya. Kantor Menteri Pembantu Premier New South Wales untuk Urusan Warga Negara Virginia Judge telah pun menghubungi KJRI Sydney dan menanyakan tentang bantuan apa yang bisa diberikan pemerintah negara bagian NSW, serta kegiatan apa yang akan dilaksanakan KJRI untuk membantu para korban gempa, kata Sudaryomo. "Kita akan mengundang beliau ke acara yang akan kita lakukan itu," kata diplomat senior ini.
|




Data Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Selasa, menyebutkan, kerusakan tempat ibadah itu terdiri dari 687 unit rusak berat, 396 rusak sedang dan 257 unit rusak ringan.
Sementara itu, Aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi para korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar) terus berlangsung di Australia. Bahkan masyarakat bersama Konsulat Jenderal RI di Sydney berencana menggelar kegiatan akbar penggalangan dana pada 31 Oktober 2009.
"Kita akan mengundang beliau ke acara yang akan kita lakukan itu," kata diplomat senior ini.
Di Brisbane, masyarakat Indonesia yang berhimpun dalam Perhimpunan Komunitas Muslim Indonesia di Brisbane (IISB), Perhimpunan Indonesia Queensland (PIQ) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Queensland juga menggelar aksi yang sama di acara "halal bi halal" 4 Oktober lalu.
Gerakan solidaritas yang sama juga dilakukan pengurus IISB lewat kotak amal salat Jumat, dan kantong-kantong komunitas Indonesia di berbagai kota besar dan kecil Australia lainnya, termasuk Darwin dan Alice Springs, negara bagian Northern Territory.





















