Organisasi FIC
Who's Online
We have 1 guest online| Munas Pertama Forum Islamic Centre |
| Berita |
|
Pengaruh pemikiran tajdid bagi umat Islam di Indonesia yang paling nyata dan hingga sekarang masih kokoh adalah faham modern dalam Islam. Melalui faham ini perjuangan Islam di Indonesia diwadahi dalam bentuk organisasi Islam, seperti Syarikat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam (Persis), Nahdhatul Ulama, Persatuan Tarbiyah Islam (Perti) dan lain-lain didirikan untuk membangun jamaah di kalangan umat Islam agar dapat melaksanakan ajaran Islam. Modernisasi yang dilakukan oleh kelompok ini adalah mengorganisir umat dengan manajemen modern. Pemimpin umat dipilih dengan cara musyawarah melalui muktamar, memiliki program kerja, ada pertanggung jawaban dalam setiap periode kepemimpinan, dan menyelenggarakan berbagai usaha pendidikan dan kesejahteraan umat. Seiring dengan proses modernisasi, faham-faham sekuler dan keagamaan juga masuk di Indonesia. Modernisasi yang difahamkan atas dasar kapitalisme dan sekulerisme tidak mudah diterima kecuali hanya untuk pembangunan fisik, ekonomi dan sosial. Lembaga yang diharapkan dapat menjadi rumah bagi semua faham dan gerakan Islam adalah Islamic Centre atau Pusat Islam. Hadirnya sebuah lembaga yang menjadi pusat pengkajian dan pengembangan Islam menjadi kebutuhan. Berbagai daerah telah berdiri Islamic Centre untuk tujuan tersebut. Sayangnya, ada Islamic Centre yang sudah berdiri lebih dari satu dasawarsa malah mengalami keraguan tentang apa sebenarnya misi Islamic Centre tersebut. Pragmatisme menjadi masalah. Islamic Centre menjadi wadah silaturahmi dan berkumpulnya para pejabat yang sudah purna bakti. Islamic Centre sekedar sebuah masjid yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, asrama/ wisma, ruang yang disewakan untuk perkawinan maupun seminar. Sekali-kali menyelenggarakan event kebudayaan dalam arti perayaan. Akhirnya, Islamic Centre sibuk dengan masalah pengelolaan dan pembiayaan dalam mempertahankan keberadaanya. Bersamaan dengan pertumbuhan Islamic Centre baru dan masalah yang sedang dihadapi oleh Islamic Centre lama, maka upaya untuk memenuhi harapan umat lahirnya genre baru gerakan Islam ini perlu didukung oleh sebuah forum komunikasi dan kerjasama. Silaturahim Masjid Raya dan Islamic Centre Se-Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta Islamic Centre (JIC) pada tanggal 31 Maret 2007 lalu melalui salah satu rekomendasinya, terbentuknya sebuah organisasi bernama Forum Komunikasi dan Kerjasama Islamic Centre/ Masjid Raya Se-Indonesia yang disingkat Forum Islamic Centre yang akan diikuti oleh Islamic Centre-Islamic Centre dan Masjid seluruh Indonesia dan mandat kepada formatur yang telah ditunjuk untuk menyelenggarakan Munas sekurang-kurangnya dalam waktu lima bulan. Munas pertama Forum Islamic Centre diselenggarakan di Jakarta Islamic Centre pada tanggal 18 s/d 19 Juli 2007 mendatang dan akan dibuka oleh Menko Kesra Republik Indonesia. Dengan tujuan selain sebagai wahana pertanggung jawaban dan tindak lanjut hasil-hasil kerja tim formatur, juga sebagai wahana sharing idea, mengkoreksi dan mengesahkan hasil-hasil kerja tim formatur dalam bentuk pedoman dasar, program kerja dan kepengurusan serta untuk pengesahan kepengurusan forum. Mudah-mudahan, melalui forum ini kita bisa berdiskusi, dan bekerjasama membangun masa depan Islam di Indonesia dan dunia. (republika-online) sumber : http://www.ssffmp.or.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=5&id=299940&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=217 |

























